Untuk Kisah Tiada Berakhir


Pengalaman dan keadaan adalah paparan emosi yang seharusnya murni
Paparan emosi adalah bahan mentah, berkah dari kota bertuah
Berkah untuk 4 mata, 4 telinga, 2 kepala, membuat mahakarya agung menjadi nyata
Kata mereka: kata-kata hanyalah kata-kata, demikian juga tulisan, hanyalah manifestasi dari bahasa

Jikalau mereka tahu, aku bisa menelanjangi diriku sekalipun tetap berpakaian utuh, melalui kata dan tulisan,
mereka mungkin hanya bisa bisu, dan mencoba lagi untuk menelaah simbol-simbol yang ada

Katanya: ini adalah bakat seorang seniman
Yang memaparkan paragraf sinis untuk pernyataan kalimat sebaris
Yang tidak suka memberi nama pada warna yang terlihat sebagai warna, lebih baik dinikmati
Yang mencoba berargumentasi secara persuatif melalui anak-anak yang mereka lahirkan

Tetapi aku??.. seniman?!
Entahlah.. tidak dapat kupastikan..

Aku hanya suka berkarya, bercerita kepada dunia tentang dunia itu sendiri
Aku ingin mereka mendengar, melihat dan mengenalku,
Ada bingkisan indah yang hendak kuhadiahkan:
Kisah-kisah hina yang dibangun lagi dengan rasa percaya

suatu saatKetika anak-anakku mulai bisa berbicara, tanpa kusadari mereka mulai bercerita tentang aku, dengan bahasa yang kadang terlalu unik untuk kalangan awam,
Bisa kumaklumi karena mereka masih kecil, dan bagiku suara yang mereka lontarkan begitu berarti
Mungkinlah nanti dunia tersenyum pada saat aku menangis,
Mungkinlah nanti dunia menangis saat aku tersenyum,
Karena ada saatnya aku telanjang, tanpa perlu merasa malu
Mereka pun akan tahu itu…

Apakah aku seniman?..
Katanya..

Hmm.. entahlah..
Tidak dapat kupastikan.. Semuanya kutulis dalam hijau Merindumu, 18 Pebruari 2008

Tak ada lagi peperangan

Pemusnahan Yang harus Transparan

Insiden Turis Bersepeda

Media Momento

Bertemu dengan teman-teman lama, yang dulu pernah bekerja dalam satu tim, apalagi dalamrentang waktu yang cukup lama, pastilah sangat menyenangkan. Kangen, pasti menjadi kata pamungkas untuk itu. Seperti yang saya alami bebarapa waktu belakangan. Hal ini tidak dating begitu sakja, persisnya setelah saya menerima sms dan telpon seorang teman, mantan wartawan di sebuah penerbitan nasional, tempat saya bekerja dulu. 

Piuh… rasa kangen itu membuat pikiran saya mereka reka , apa rencana yang akan dilakunan jika bertemu nanti. Pastilah banyak kenang-kenangan yang dibicarakan kembali, salah satunya, adalah pahit getirnya meliput di Jakarta    

Hmmm, kenangan itu pula membuat saya ingin menampilkan kembali tulisan-tulisan saya yang pernah muncul di beberapa media nasional tersebut. Selamat menikmati dalam tulisan yang coba saya munculkan kembali dalam sesi Media Momento

Milyar Cinta Untuk Geby dan Caesar

Seribu Cinta buat Geby dan Caesar

Seribu telpon, seribu cumbu, seribu canda, terurai

Seribu kasih sayang, bahkan milyaran dekapan untukmu, cinta

Tak luput dari rindu, setiap pejaman mata, adalah dekapmu

Perjalanan fikirkupun bergumam

Aku teramat mencintaimu..

Semua candamu adalah rindu

Semua  ungkapan malumu adalah banggaku

Kisah ini tak pernah sempurna

Tanpa hadirmu

Milyaran cinta untumu

    

Bukan Meteor Garden (yuk…..)

oop-dan-aku.jpg

(Ki-ka : Oop dan Aku, makan rambutan Jantho)

Biar Foto Yang Bicara

bukan-meteor-garden.jpg

Bukan Meteor Garden (Ki-Ka, Ozan, Tris, Aku dan Sugeng)

Perjalanan Memaknai Diri

Perjalanan pastilah tak mesti jauh.  Apalagi jika itu untuk memaknai diri, lebih - lebih untuk meningkatkan perbaikan diri. beberapa waktu yang lala, aku bersama teman-teman ke Jantho, sebuah lokasi wisata di Nanggroe Aceh Darussalam. perjalanan sangat penuh dengan nilai -nilai perubaham dan keteladanan. melihat bagaimana keluarga-keluarga transmigrasi di Aceh berjuang dan memenuhi kebutuhan mereka, membuat makanan yang akan dijual di pasar, dan mereka sukses.

Satu hal lagi, ternyata mereka tertempa dengan kondisi yang sulit, hingga mampu menerobos kehidupan sulit tersebut dan maju melesat meninggalkan kemiskinan. Sungguh luar biasa. Padahal tak banyak yang tahu tentang kehidupan mereka.

Aku jadi teringat tulisan seorang Profesor TB. Sjafri Mangkuprawira. kira kira begini tulisanya.

Katakanlah terdapat bisnis kotor seperti dalam bentuk manipulasi mutu, jumlah, harga, kemasan, dan penimbunan barang,dsb. Bisnis seperti itu sangat dipengaruhi oleh derajad moral perilaku bisnis (langsung dan tidak langsung)  sehingga prioritas pendekatan perubahan harus mulai dari unsur manusia. Mengapa? Karena secara fitrah manusi dilahirkan dalam keadaan suci dan bersih. Hanya faktor lingkungan saja yang menyebabkan manusia dapat berubah menjadi tidak beretika. Bisnis sebagai sistem kehidupan sosial masyarakat sangat terkait dengan sistem nilai  dan norma sosial dalam wujud etika. Read more »

Berlibur yuk… Ok

sayur-asem.jpgtrio-bakul.jpglalap-dan-sambel.jpgikan-mas.jpg

(sayur asem, nasi bakul, lalapdan sambal, ikan bakar)

Berlibur. Kata-kata tersebut, tentu sudah biasa dab menjadi bahasan sehari hari di akhir pecan. Deminian juga dengan Aku dan temen-teman yang selama seminggu lebih disibukan dengan kepenatan dan padatnya jadwal kegiatan dan kerja, yang menuntut intensitas energi dan fikiran yang full. Akhir pekan saatnya berlibur….Tujuan kami kali ini adalah Jantho.

Kota Jantho adalah sebuah kecamatan yang di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Kota Jantho juga merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Besar. Perjalanan menuju Jantho, bias ditempuh dengan waktu 1,5 jam atau 45 km  dari pusat Kota Banda Aceh. Suasana sangat menyenangkan, cuaca mendukung pula. Read more »